Pengertian
Oseanografi
Kata
oseanografi adalah kombinasi dari dua kata yunani: oceanus (samudera)
dan graphos (uraian/deskripsi) sehingga oseanografi mempunyai arti deskripsi
tentang samudera (Supangat dan Susanna, 2008).
Oseanografi merupakan suatu
ilmu yang mempelajari lautan. Pada dasarnya ilmu ini bukanlah ilmu yang murni,
akan tetapi merupakan keterpaduan dari berbagai macam
ilmu dasar. Ilmu-ilmu dasar tersebut antara lain ialah ilmu tanah (geology),
ilmu fisika (physics), ilmu kimia (chemistry),
ilmu hayat (biology), dan ilmu iklim (meteorology). Namun
ilmu oseanografi biasanya hanya di bagi menjadi empat cabang ilmu saja
(Hutabarat, 1985).
Menurut J.J. Bhatt, dari Rhode Island
Junior College (1978), membagi sejarah oseanografi menjadi beberapa era,
yaitu era klasik, era sebelum Challenger, era Challenger, era
setelah Challenger, dan era Glomar Challenger. Awal dari
oseanografi tidak diketahui pasti, karena memang manusia kuno tidak meninggalkan
rekaman secara sistematik, baik berupa jurnal ataupun buku harian perorangan.
Para arkeolog mencatat orang-orang Polinesia dan India prasejarah melakukan
perjalanan laut yang sulit dalam jarak yang panjang.
Secara singkat dari semua perkembangan mengenai ilmu
oseanografi dapat disusun sebagai mana berikut:
a. Pada abad ke 4 SM, Aristotelles
melakukan penelitian tentang hewan dan
tumbuhan laut. Tentang penjelasan dan pengklasifikasian tumbuhan laut.
b. Abad ke 1 SM orang-orang mengamati
gerak pasang dan letak bulan pertama yang digunakan untuk membuat ramalan.
c. Ferdinand Magelheans mengadakan
pelayaran keliling dunia, bertujuan untuk membuktikan bahwa bumi memiliki
bentuk yang bulat.
d. Abad ke 18 M, James Cook membuat
sebuah peta dari lautan pasifik dan memperlihatkan adanya sebuah daratan yang
terletak dibagian sebelah selatan kutub yang selalu tertutup es (Sverdrup, dkk.,
2006).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar