Total Tayangan Halaman

Jumat, 30 September 2016

Oseanografi



Pengertian Oseanografi
Kata oseanografi adalah kombinasi dari dua kata yunani: oceanus (samudera) dan graphos (uraian/deskripsi) sehingga oseanografi mempunyai arti deskripsi tentang samudera (Supangat dan Susanna, 2008).
Oseanografi merupakan suatu ilmu yang mempelajari lautan. Pada dasarnya ilmu ini bukanlah ilmu yang murni, akan tetapi merupakan keterpaduan dari berbagai macam ilmu dasar. Ilmu-ilmu dasar tersebut antara lain ialah ilmu tanah (geology), ilmu fisika (physics),  ilmu kimia (chemistry), ilmu hayat (biology), dan ilmu iklim (meteorology). Namun  ilmu oseanografi biasanya hanya di bagi menjadi  empat cabang ilmu saja (Hutabarat, 1985).
Menurut J.J. Bhatt, dari Rhode Island Junior College (1978), membagi sejarah oseanografi menjadi beberapa era, yaitu era klasik, era sebelum Challenger, era Challenger, era setelah Challenger, dan era Glomar Challenger. Awal dari oseanografi tidak diketahui pasti, karena memang manusia kuno tidak meninggalkan rekaman secara sistematik, baik berupa jurnal ataupun buku harian perorangan. Para arkeolog mencatat orang-orang Polinesia dan India prasejarah melakukan perjalanan laut yang sulit dalam jarak yang panjang.
Secara singkat dari semua perkembangan mengenai ilmu oseanografi dapat disusun sebagai mana berikut:
a.    Pada abad ke 4 SM, Aristotelles melakukan penelitian tentang hewan dan  tumbuhan laut. Tentang penjelasan dan pengklasifikasian tumbuhan laut.
b.    Abad ke 1 SM orang-orang mengamati gerak pasang dan letak bulan pertama yang digunakan untuk membuat ramalan.
c.    Ferdinand Magelheans mengadakan pelayaran keliling dunia, bertujuan untuk membuktikan bahwa bumi memiliki bentuk yang bulat.
d.   Abad ke 18 M, James Cook membuat sebuah peta dari lautan pasifik dan memperlihatkan adanya sebuah daratan yang terletak dibagian sebelah selatan kutub yang selalu tertutup es (Sverdrup, dkk., 2006).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar